Konsep Oposisi Presidensialisme, Fahri Hamzah Sebut Sedikit yang Faham

oleh -
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (Foto: Kumparan)

Dia mengatakan ketika di pilih rakyat, “akadnya” beda, ketika memilih presiden, gubernur, bupati/walikota, rakyat mengatakan “saya pilih kamu tolong laksanakan, ini uangnya, ini kewenangannya tolong jalankan roda pembangunan”.

Ketika memilih legislatif di pusat maupun daerah menurut dia, rakyat mengatakan “saya pilih kamu, tolong awasi itu pemerintahan, jadi mengawasi itu artinya oposisi.

Loading...

“Karena itu dalam sistem presidensial itu tidak ada oposisi, karena legislatif otomatis menjadi oposisi. Di poin ini menurut saya, mereka tidak paham,” ujarnya.

Dalam konteks itu menurut Fahri, banyak yang tidak paham sehingga menjadi oposisi, namun mau jadi bagian koalisi itu bingung bagaimana meletakkan diri dalam konstelasi sistem presidensil.

Fahri menegaskan bahwa dalam pemerintahan presidensil, oposisi di ciptakan oleh rakyat, melalui pemilihan legislatif.

“Namun dalam sistem parlementer oposisi diciptakan oleh kemampuan melahirkan koalisi. Kalau koalisi menang mayoritas disebutnya itu ‘rulling coalition’ sisanya itu menjadi oposisi minoritas,” katanya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...