Kontroversi Bupati Bogor Larang Pemudik Bawa Pendatang Baru, Gefarina : “Itu Sinyalmen Kepedulian”

oleh -
Gefarina Djohan (Pengamat Kebijakan Politik Indonesia) / Sumber : Istimewa

HARIANPAGI.ID, BOGOR – Meludaknya tingkat arus balik yang setiap tahun semakin tinggi, dalam ketegasaanya bupati bogor melarang pemudik bawa pendatang baru di bumi tegar beriman tersebut.

“Kalau bawa saudara untuk sekedar tinggal sementara, tidak apa apa. Menginap harus lapor RT dan RW 1 x 24 Jam untuk menjaga keamanan lingkungan kita”. Ucapnya. Sabtu (8/6) Lalu.

Loading...

Hal itu menurut ade yasin jika setelah pulang mudik jangan menambah pengangguran di kabupaten bogor.

Dengan pernyataan itu , hal itu pun ditanggapi Rusam Ikhwan salah satu pemerhati Birokrasi pemerintah yang menyebut hal itu bukan menjadi hambatan jika pemudik bawa saudaranya ke bogor.

“Kita tahu bahwa bogor adalah penyanggah ibu kota dan provinsi banten. Jika hal itu memang dianggap masalah maka pemprov DKI dan Pemda Bogor harus dapat koordinasi. Pak anies saja tidak melarang datang pemudik bawa saudara ke jakarta. Tapi bgmn solusi”. Jelasnya. Minggu (9/6) kemarin.

Namun berbeda dengan pengamat kebijakan publik, Gefarina Djohan yang juga warga parung bogor sekaligus Presidium Forhati Nasional Menyebut kembalinya pemudik ke kota paska lebaran adalah sebuah fenomena lazim terjadi setiap tahun, selain itu tentunya calon pendatang baru yang tergiur untuk mencoba mengadu nasib di kota biasanya akan mendompleng bersama para pemudik tersebut.

“Sebubungan dengan hal itu, Bupati Bogor nampaknya sudah memperhitungkan bahwa hal tersebut juga akan melanda Bogor sebagai kota penyangga diantara kota-kota besar yang selalu menjadi impian para pemburu kerja dimaksud”. Jelasnya kepada harianpagi.id (9/6) saat dimintai keterangan melalui selluar

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...