Halalbihalal Pagustian Dihadiri Keturunan Gusti Banjar dari Berbagai Daerah

 

"Kita Badapatan Kita Rakat " (Kita bertemu, kita rukun,red).

HARIANPAGI.ID, BANJARBARU - Halalbihalal Zuriat Pagustian Tahun 2026 disambut antusias para keturunan kerajaan Banjar dari Kalimantan Selatan (Kalsel) dan luar daerah.

Baca Juga: Alihkan Manajemen Investasi ke Danantara, Ini Alasan BRI

Kegiatan dihelat di salah satu hotel di Kota Banjarbaru, Sabtu (11/4/2026) dengan dihadiri para sesepuh, tetuha, anak, cucu dan cicit. "Terima kasih kepasa keluarga pagustian yang mendukung acara ini, baik materi dan tenaga,"ujarnya .

Sambutan juga disampaikan oleh beberapa pihak terkait. Diantaranya, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, Gusti Rosyadi Elmi mewakili zuriat pagustian dari wilayah Hulu Sungai, sedangkan H Gusti Rendy Firmansyah atas nama zuriat pagustian Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Pangeran Khairul Saleh atau Sultan Banjar dari Kesultanan Banjar juga memberikan sambutan. "Halal bihalal pagustian ini mempererat jalinan silaturahmi kekerabatan,” katanya, yang hadir bersama istri, Hj Raudhatul Jannah.

Baca Juga: Alihkan Manajemen Investasi ke Danantara, Ini Alasan BRI 

Khairul Saleh memberikan motivasi kepada generasi muda pagustian untuk lebih semangat lagi, dengan meniru perjuangan generasi dulu yang telah sukses. Selain itu, juga dipaparkan sejarah Kerajaan Banjar, yang terbagi dua fase.

Fase kerajaan zaman Hindu dan kerajaan Islam. Di sisi lain, Perang Banjar antara perlawanan warga Banjar dengan Belanda menjadi perang terlama di dalam sejarah bangsa Indonesia.

Perang Banjar (1859-1905) adalah perlawanan rakyat Kalimantan Selatan yang dipimpin Pangeran Antasari melawan Belanda, tercatat sebagai salah satu perang terlama di Indonesia.

Baca Juga: Alihkan Manajemen Investasi ke Danantara, Ini Alasan BRI 

Konflik ini dipicu campur tangan Belanda dalam suksesi tahta dan eksploitasi sumber daya alam, memicu perang gerilya selama hampir setengah abad. Acara lainnya adalah pembacaan Nazab Pagustian oleh H Pangeran Noor Maulana.

Selain sambutan, pembukaan acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, berlanjut dengan penampilan para penari " Baksa Kambang".

Kemudian usai tari penyambutan selamat datang para tamu, ditampilkan atraksi pencak silat tradisional dengan tangan kosong dan menggunakan senjata tajam persembahan Laung Kuning Banjarbaru. Lantunan ayat suci Al Qur’an oleh Qori Muhammad Zairoji. (tim/arh)

 

Lebih baru Lebih lama