![]() |
| Perhelatan Popda Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 |
Baca Juga: Tak Ada Kasus Hantavirus di Banjarmasin, Kuncinya Kebersihan
Pembukaan Popda dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Dinansyah. Dalam sambutannya, ia menegaskan Popda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari pembinaan atlet daerah.
Menurutnya, Popda menjadi wadah bertemunya atlet-atlet pelajar terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi masing-masing.
“Di Popda inilah potensi atlet muda terbaik dari seluruh Kalsel bertemu, bertanding, dan menunjukkan prestasi mereka. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembangunan di bidang olahraga sebagai bagian integral pembangunan nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Ada Kasus Hantavirus di Banjarmasin, Kuncinya Kebersihan
Ia menambahkan, pembangunan olahraga tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda melalui semangat sportivitas, kompetitif yang sehat, serta jiwa persaudaraan.
“Popda menjadi tonggak awal bagi para pelajar untuk menjadi atlet berprestasi yang tangguh, jujur, disiplin, dan berkepribadian kuat. Di arena ini bukan semata mencari siapa yang paling unggul, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan sportivitas,” katanya.
Dinansyah juga menekankan bahwa Popda merupakan tahap awal seleksi dan penjaringan atlet pelajar yang nantinya dipersiapkan mewakili Kalsel pada ajang olahraga tingkat nasional. Karena itu, pelaksanaan Popda harus berlangsung profesional, objektif, dan transparan.
Baca Juga: Tak Ada Kasus Hantavirus di Banjarmasin, Kuncinya Kebersihan
“Kami berharap dari arena Popda ini lahir atlet-atlet pelajar unggul yang memiliki daya saing tinggi. Atlet sejati bukan hanya hebat di arena pertandingan, tetapi juga memiliki integritas dan sikap terpuji di luar arena,” tambahnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, menyampaikan Popda Kalsel 2026 dilaksanakan di Kota Banjarmasin dengan melibatkan seluruh 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Ia menjelaskan, terdapat empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni sepak bola, sepak takraw, bola voli, dan bola basket. “Jumlah peserta keseluruhan sebanyak 997 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial. Dari hasil verifikasi dan keabsahan peserta, terdapat tiga peserta yang dinyatakan gugur administrasi sehingga tidak dapat mengikuti pertandingan,” jelasnya.
Baca Juga: Tak Ada Kasus Hantavirus di Banjarmasin, Kuncinya Kebersihan
Pebriadin berharap melalui Popda 2026 dapat lahir atlet-atlet pelajar yang sportif, tangguh, dan berprestasi. "Sehingga mampu mengharumkan nama Banua di tingkat yang lebih tinggi," ucapnya. (*)


