Rupiah Melemah, Presiden Prabowo Panggil Gubernur Bank Indonesia dan Tim Ekonomi

Gedung Bank Indonesia

HARIANPAGI.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali melemah di level Rp17.403 per dolar. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto memanggil Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (BI) dan tim ekonomi untuk melaksanakan rapat terbatas tentang kondisi rupiah yang mengalami undervalued atau di bawah nilai sewajarnya alias terlalu lemah. 

Baca Juga: Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Berkelanjutan

Turut hadir beberapa menteri dalam rapat tersebut yaitu Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan. 

“Tadi disampaikan oleh Pak Menko Perekonomian, berkaitan fundamental kita itu kuat. Pertumbuhan sangat tinggi yaitu 5,61 persen, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, cadangan devisa juga kuat. Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat ke depannya. Kita optimis di tengah kondisi rupiah undervalued,” ujar Perry yang dilansir dari laman resmi setkab.go.id. 

Baca Juga: Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Berkelanjutan

Lebih lanjut, Perry dalam keterangan pers pada Selasa (5/5/2026) di Istana Merdeka menjelaskan bahwa BI telah merumuskan langkah strategis untuk menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar dari kondisi undervalued. 

Langkah yang akan ditempuh BI yaitu intervensi pasar valuta asing, penguatan arus modal, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, penjagaan likuiditas perbankan, dan pengawasan koperasi. 

Selain itu, BI mendorong peningkatan aliran masuk untuk menutup aliran keluar dengan Surat Berharga Negara (SBN) dan saham. 

Baca Juga: Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Berkelanjutan

BI menegaskan sikap proaktif pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas rupiah. Indonesia kini tidak hanya bertahan, melainkan bersiap untuk penguatan yang lebih solid ke depan. 

Pemerintah melalui BI berharap agar nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa segera menguat sehingga bisa keluar dari kondisi undervalued. (*)


Lebih baru Lebih lama