![]() |
| Pentollan FKPWK Dr HA Murjani, H Junaidi, HR Fadillah SH |
HARIANPAGI.ID, BANJAR - Kebersamaan dan kehangatan terasa kental dalam kegiatan Halalbihalal yang digelar di Komplek Persada Raya 2 (PR2), Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (5/4/2026).
Acara yang berlangsung di kediaman Junaidi, Jalan Martapura Lama Paal 7-8 ini mempertemukan berbagai keluarga besar, di antaranya Keluarga Almarhum Kai Zailani (Kai Paal 4), Keluarga Almarhum Kai Abdul Hamid (Kai Kurau), serta keluarga dari Birayang, Barikin, Baradai, dan Kurau.
Kegiatan ini juga diramaikan warga PR2, Forum Kerukunan & Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), serta Dangsanak Alumni SMA Negeri 7 Banjarmasin.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini diisi tausiyah oleh Guru Gabin, Al Ustadz Nor Ipansyah, S.Ag, yang mengajak jamaah untuk memperkuat ukhuwah dan menjaga hubungan antarsesama.
Ketua Umum FKPWK, Advokat H Rachmad Fadillah, SH, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berjalan sesuai harapan dan telah menjadi agenda rutin selama hampir lima tahun.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan sesuai yang diharapkan. Ini sudah hampir lima tahun kita laksanakan secara rutin. Melalui kegiatan ini, keluarga yang sebelumnya berjauhan bisa saling mengenal dan semakin dekat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan Halalbihalal ini terus dilanjutkan sebagai wadah mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Kalimantan, baik yang berada di daerah maupun di perantauan.
Ketua Harian FKPWK, Dr Akhmad Murjani, M.Kes., S.H., M.H, menambahkan bahwa Halalbihalal memiliki makna mendalam sebagai momentum memperbaiki hubungan sosial.
“Halal bihalal ini adalah momen untuk mengurai benang kusut, saling memaafkan, dan merajut kembali silaturahmi setelah Ramadan dan Idulfitri,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan ini bagi generasi muda untuk mengenal silsilah keluarga dan menjaga identitas budaya.
“Dengan kegiatan seperti ini, generasi muda bisa mengetahui asal-usul keluarga, mengenal datuk dan nenek mereka, sehingga silaturahmi tetap terjaga dan semakin kuat,” tambahnya.
Sementara itu, tuan rumah sekaligus pembina kegiatan, Junaidi, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan amanah dari orang tua untuk terus menjaga komunikasi dan persatuan keluarga.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi budaya. Keluarga adalah pondasi utama dalam membangun bangsa. Jika keluarga kuat, maka masyarakat dan negara juga akan kuat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan menjadi contoh bagi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat persatuan.
Kegiatan Halalbihalal ini pun menjadi bukti bahwa nilai-nilai kekeluargaan masyarakat Kalimantan tetap terjaga, sekaligus menjadi perekat sosial di tengah kehidupan modern. (tim/arh)
