![]() |
| Potong Hewan Kurban |
Baca Juga: Mobil Voxy Facelift, Cek Fitur dan Pembaruannya
Guru Besar sekaligus pakar astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, mengatakan, sesuai dengan kriteria MABIMS, 1 Dzulhijjah jatuh pada 18 Mei. Sehingga, Iduladha yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah jatuh pada 27 Mei. "Menurut kriteria Turki, 1 Dzulhijjah juga jatuh pada 18 Mei," katanya Kamis (7/5/2026).
Sehingga, tambahnya, menurut versi Turki, Iduladha juga jatuh pada 27 Mei. Kriteria Turki tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang belakangan digunakan Muhammadiyah.
Meski demikian, Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmat mengatakan, masyarakat sebaiknya tetap menunggu hasil sidang isbat Kemenag. "Sidang isbat adalah forum musyawarah yang mempertemukan berbagai pihak," katanya.
Mulai dari unsur pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan lainnya. Sidang isbat memadukan sejumlah metode dalam penetapan kalender Hijriah, yakni metode hisab dan rukyat.
Selama ini, metode hisab digunakan Muhammadiyah, yaitu dengan cara perhitungan astronomi. Sedangkan metode rukyat dilakukan dengan cara mengamati langsung posisi hilal yang digunakan kalangan Nahdlatul Ulama.
Abu menjelaskan, hasil hisab dijadikan sebagai perhitungan awal penentuan kalender Hijriah. Kemudian, diperkuat lewat pembuktian langsung melalui rukyat. Kemenag menegaskan, kedua metode itu tidak bisa saling dipertentangkan. (*)


