![]() |
| Domba di Arab Saudi |
HARIANPAGI.ID, MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi menunjuk Adahi sebagai satu-satunya lembaga resmi yang melayani penyembelihan hewan dam dan kurban pada musim haji 2026. Seluruh jemaah haji dunia, termasuk Indonesia yang mengambil haji tamattu dan qiron akan bayar dam lewat lembaga resmi ini.
Baca Juga: Apakah Ada Siksa Kubur? Lihat Nikmat Kubur
Tim Media Center Haji (MCH) 2026 bersama sejumlah jurnalis dari negara Arab dan negara Islam berkesempatan mengunjungi langsung lokasi penyembelihan hewan dam ini. Lokasinya cukup dekat dengan tenda Mina serta area yang sangat luas. Tempat penyembelihan, pembersihan hingga strorige tersedia lengkap.
General Manager Hady & Adahi Program, Seraj Mohammed Alfelali, mengatakan, kapasitas penyembelihan hewan dam di fasilitas tersebut lebih dari 300.000 ekor per hari selama musim haji.
“Ya, lebih dari 300.000,” kata Seraj saat menerima wartawan dari sejumlah negara, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Apakah Ada Siksa Kubur? Lihat Nikmat Kubur
Ia menjelaskan, Adahi sebenarnya mampu menangani pesanan dalam jumlah lebih besar hingga 1,5 juta ekor hewan. Namun, kapasitas penyimpanan yang tersedia saat ini hanya mencapai sekitar 1,2 juta ekor. Jika lebih dari jumlah tersebut, maka perlu sewa strorige baru di luar.
Menurut Seraj, operasional penyembelihan dan pengolahan hewan dam di Adahi ditangani sekitar 17.000 pegawai.
Seraj menuturkan, Adahi hanya menangani penyembelihan hewan dam dan kurban berupa domba. Seluruh proses pemotongan hingga pengemasan dilakukan dengan standar kebersihan dan higienitas yang ketat.
Baca Juga: Apakah Ada Siksa Kubur? Lihat Nikmat Kubur
Setelah dipotong dan dikemas, daging kemudian didistribusikan ke sejumlah negara yang membutuhkan bantuan pangan.
“Sebenarnya kami mendistribusikan porsi daging ke negara-negara yang membutuhkan berdasarkan kriteria tertentu, delapan kriteria (yang berhak menerima kurban berdasarkan syariat Islam),” kata Seraj.
Seraj menyebutkan, negara yang diprioritaskan sebagai penerima distribusi daging merupakan wilayah terdampak bencana alam, perang, wabah penyakit, maupun kondisi darurat lainnya.
Baca Juga: Apakah Ada Siksa Kubur? Lihat Nikmat Kubur
“Berdasarkan hal itu kami menentukan porsi daging yang akan dikirim ke negara-negara tersebut. Jadi ini tidak konstan, bisa berubah setiap tahun berdasarkan situasi di seluruh dunia,” kata dia.
Lebih dari itu, Seraj mengungkapkan, daftar negara penerima distribusi daging dam terus berubah mengikuti perkembangan kondisi global dalam beberapa tahun terakhir.
“Selama lima sampai delapan tahun terakhir banyak kondisi yang memengaruhi seluruh dunia, seperti bencana alam, perang, penyakit, dan virus. Jadi tidak tetap, berubah sesuai kondisi setiap tahun,” katanya.
Seraj mengatakan, Indonesia tidak termasuk negara tujuan distribusi daging dam karena adanya regulasi domestik terkait impor daging dari luar negeri.
Baca Juga: Apakah Ada Siksa Kubur? Lihat Nikmat Kubur
“Karena otoritas Indonesia tidak mengizinkan daging yang disembelih di luar Indonesia untuk diimpor. Jadi ini karena masalah regulasi, bukan alasan lain. Itu regulasi lokal, bukan dari pihak kami,” imbuhnya. (*)


