![]() |
| Tingkatkan Awreness K3 |
HARIANPAGI.ID, BANJARMASIN - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan terus memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan operasional pelabuhan melalui kegiatan sosialisasi bertema
Baca Juga: Rp5 Juta hingga Rp6,5 Juta Kenaikan Biaya Paket Umrah di Kalsel, Ini Harapan FK PATUH
“Penguatan Implementasi K3 Berkenaan dengan Risiko Blind-Spot dan Pergerakan Alat/Kendaraan”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran seluruh pekerja, cleaning service, dan vendor terhadap potensi bahaya yang muncul dari aktivitas pergerakan alat berat dan kendaraan operasional.
Sosialisasi
disampaikan oleh Yoga Arya Kuswanto selaku Junior Manager HSSE PT Pelabuhan
Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan kepada cleaning service
dan vendor yang beraktivitas di area pelabuhan. Dalam pemaparannya, disampaikan
berbagai langkah antisipatif guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja akibat
blind-spot, interaksi manusia dengan alat berat, serta pergerakan kendaraan
operasional di area kerja.
Kegiatan ini
menitikberatkan pada pentingnya penerapan budaya keselamatan melalui prinsip
“Patuhi – Peduli – Intervensi” sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam
menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas fatality. Materi yang
diberikan mencakup penerapan Stop Work Authority (SWA), penentuan zona aman
(safe zone), penggunaan alat peringatan dini pada alat berat, hingga penguatan
disiplin penggunaan sabuk keselamatan (seat belt).
Baca Juga: Rp5 Juta hingga Rp6,5 Juta Kenaikan Biaya Paket Umrah di Kalsel, Ini Harapan FK PATUH
Dalam paparannya,
Yoga Arya Kuswanto menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab
bersama yang harus dijalankan secara disiplin oleh seluruh pihak tanpa
terkecuali. “Risiko blind-spot dan pergerakan alat berat merupakan salah satu
potensi bahaya terbesar di area operasional pelabuhan. Oleh karena itu, seluruh
pekerja, cleaning service, dan vendor wajib meningkatkan kepedulian dan
disiplin terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan,” ujar Yoga Arya
Kuswanto.
Ia juga menambahkan
bahwa penerapan K3 bukan hanya sekadar memenuhi aturan perusahaan, namun
merupakan langkah nyata dalam melindungi keselamatan jiwa pekerja dan menjaga
kelancaran operasional pelabuhan. “Kami mengajak seluruh pihak untuk berani
melakukan intervensi apabila menemukan kondisi tidak aman serta selalu
memastikan berada di zona aman saat alat bergerak,” tambahnya.
Melalui kegiatan
ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan
berharap seluruh cleaning service dan vendor dapat semakin memahami pentingnya
pengendalian risiko di area operasional, khususnya terkait blind-spot dan
mobilisasi alat/kendaraan. Penguatan implementasi K3 secara konsisten
diharapkan mampu menekan angka kecelakaan kerja serta mendukung terciptanya
budaya keselamatan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Rp5 Juta hingga Rp6,5 Juta Kenaikan Biaya Paket Umrah di Kalsel, Ini Harapan FK PATUH
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan berusaha untuk terus meningkatkan pengawasan, sosialisasi, dan edukasi HSSE guna memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai standar keselamatan kerja yang berlaku. Semangat “Stop Fatality” dan “Zero Tolerance for Equipment/Vehicle Movement Risk” menjadi landasan utama perusahaan dalam menjaga keselamatan seluruh insan pelabuhan. (tim/ril)


