![]() |
| Kawasan Selat Hormuz |
Baca Juga: Motor Listrik di Indonesia Alami Kenaikan
Mengutip Al Jazeera, Presiden AS
Donal Trump menyebut, ia menginstruksikan timnya untuk tidak perlu terburu-buru
dalam mencapai kesepakatan dengan Iran.
Trump juga mengatakan, sebuah kesepakatan
sebagian besar telah dinegosiasikan dan kini tinggal menunggu finalisasi antara
AS, Iran, dan berbagai negara lain.
Para pejabat Iran mengonfirmasi, negosiasi
sedang berlangsung dan beberapa kemajuan telah dicapai.
Baca Juga: Motor Listrik di Indonesia Alami Kenaikan
Namun, sebuah sumber Iran mengatakan kepada
Ali Hashem dari Al Jazeera bahwa ada tanda-tanda kemunduran AS pada
dua isu utama, yakni mekanisme pencairan asset Iran dan cakupan gencatan
senjata di Lebanon.
Selat Hormuz dan program nuklir Iran juga
tampaknya masih menjadi poin yang diperdebatkan.
Lalu, apa saja yang mungkin termasuk dalam
usulan kesepakatan gencatan senjata Iran?
Baca Juga: Motor Listrik di Indonesia Alami Kenaikan
Menurut seorang pejabat AS kepada Axios,
kesepakatan antara Iran dan AS akan mencakup perpanjangan gencatan senjata
selama 60 hari, di mana Selat Hormuz akan dibuka kembali.
Di samping itu, Iran dapat menjual minyak
secara bebas, dan pembicaraan mengenai pembatasan program nuklir Iran akan
digelar.
Iran juga akan setuju untuk membersihkan
ranjau yang telah dipasang di selat tersebut serta tidak mengenakan bea masuk
pada kapal.
Baca Juga: Motor Listrik di Indonesia Alami Kenaikan
Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran yang telah berlaku sejak 13 April.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan kesepakatan itu dapat
mewujudkan Selat Hormuz yang sepenuhnya terbuka tanpa pungutan tol jika
berhasil. (tim)


