Antisipasi Ancaman Siber, TPK Banjarmasin dan Ditjen Hubla Gelar Exercise ISPS Code 2026

TPK Banjarmasin dan Ditjen Hubla Gelar Exercise ISPS Code 2026


HARIANPAGI.ID, BANJARMASINTerminal Petikemas (TPK) Banjarmasin bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan menggelar Exercise International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan operasional dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman keamanan di lingkungan pelabuhan.

Baca Juga: NasDem: Perjuangkan Nasib dan Pesangon Buruh

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tersebut melibatkan tim Recognized Security Organization (RSO) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Bhabinkamtibmas Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL), serta tim internal TPK Banjarmasin yang terdiri atas personel keamanan, operasional, teknologi informasi, dan tim Business Continuity Management System (BCMS).

Exercise mengangkat tema penanganan gangguan keamanan berupa penumpukan antrean truk kontainer akibat terganggunya sistem elektronik layanan pelabuhan yang disebabkan serangan siber (ransomware) di Terminal Petikemas Banjarmasin. Skenario tersebut disusun mengacu pada ketentuan ISPS Code Part A dan Part B serta Port Facility Security Plan (PFSP).

Melalui simulasi tersebut, para peserta menguji efektivitas koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan dalam menghadapi gangguan yang berdampak terhadap layanan operasional pelabuhan. Skenario dimulai dari terindikasinya gangguan pada sistem perencanaan dan gate operation yang menyebabkan antrean truk kontainer di area terminal, sehingga memerlukan respons terpadu dari unsur keamanan, operasional, teknologi informasi, hingga tim BCMS.

Baca Juga: NasDem: Perjuangkan Nasib dan Pesangon Buruh

Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, mengatakan pelaksanaan Exercise ISPS Code Tahun 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan operasional dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman keamanan yang terus berkembang, termasuk risiko serangan siber terhadap sistem layanan pelabuhan.

“Keamanan pelabuhan saat ini tidak hanya berfokus pada perlindungan fisik fasilitas, tetapi juga mencakup aspek keamanan siber yang memiliki dampak langsung terhadap kelancaran operasional dan rantai pasok. Melalui Exercise ISPS Code ini, kami menguji kesiapan personel, efektivitas prosedur, serta memperkuat sinergi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan layanan kepada pengguna jasa tetap berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Sirin. (tim/ril)


Lebih baru Lebih lama