![]() |
| Rektor UNISKA MAB Banjarmasin, Prof. Dr. H. Muhammad Zainul Saat Memberikan Sambutan di Pelepasan Mahasiswa Peserta Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Pertanian (PMMP) Tahun 2026 |
Baca Juga: Minoritas Strategis: Peran Partai Kecil dalam Politik Indonesia
Program pengabdian tersebut mengusung tema “Penguatan Agrominapolitan dengan Teknologi Tepat Guna Berbasis Pemanfaatan Susupan Gunung di Kabupaten Hulu Sungai Utara”. berlangsung mulai 28 April hingga 3 Mei 2026.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Fakultas Pertanian UNISKA dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan berbasis potensi lokal melalui penerapan teknologi tepat guna di tengah masyarakat pedesaan.
Dekan Fakultas
Pertanian UNISKA MAB Banjarmasin, Prof. Dr. Ir. Hj. Tintin Rostini, mengatakan
kegiatan PMMP merupakan implementasi dari perjanjian kerja sama antara Fakultas
Pertanian UNISKA dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat penting dalam mempercepat pengembangan kawasan agrominapolitan yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan.
“PMMP ini
bukan hanya sekadar kegiatan akademik atau pengabdian biasa, tetapi juga
menjadi bagian dari upaya nyata dalam membangun sinergi antara kampus dan
pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor
pertanian dan perikanan,” ujarnya.
Ia
menjelaskan, fokus utama kegiatan tahun ini adalah pemanfaatan tanaman susupan
gunung (Neptunia oleracea) yang selama ini banyak tumbuh di wilayah rawa dan
perairan Hulu Sungai Utara. Tanaman tersebut dinilai memiliki potensi besar
untuk dikembangkan menjadi bahan baku pakan ternak, pakan ikan, hingga produk
olahan lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi, selain itu kedepannya akan ada
riset yang lebih mendalam terkait pemanfaatan susupan gunung.
Menurut
Prof. Tintin Rostini, pemanfaatan susupan gunung sebagai bahan baku alternatif
merupakan inovasi yang sangat relevan dengan kondisi geografis dan potensi alam
daerah setempat.
“Tanaman
susupan gunung memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik dan berpotensi
menjadi solusi alternatif dalam mendukung ketersediaan pakan ternak maupun
pakan ikan dengan biaya yang lebih efisien. Ini adalah bentuk pengembangan
teknologi tepat guna yang berbasis sumber daya lokal,” jelasnya.
Selain itu,
kegiatan PMMP juga diharapkan mampu mendorong masyarakat desa untuk lebih
kreatif dalam mengelola sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar
sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Jika
dikelola dengan baik, susupan gunung bukan hanya tanaman liar biasa, tetapi
bisa menjadi komoditas bernilai ekonomi yang membantu meningkatkan pendapatan
masyarakat,” katanya.
Sementara
itu, Ketua Pelaksana PMMP 2026, Dr. Siti Dharmawati, menyampaikan bahwa
kegiatan tersebut diikuti oleh 66 mahasiswa dari Program Studi Peternakan dan
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNISKA.
Seluruh
mahasiswa peserta akan didampingi oleh lima dosen pembimbing lapangan (DPL)
selama kegiatan berlangsung di desa-desa sasaran.
“Mahasiswa
akan dibagi ke lima desa untuk melaksanakan berbagai program pengabdian
masyarakat, pelatihan teknologi tepat guna, edukasi pertanian dan peternakan,
serta pendampingan kepada petani maupun pelaku usaha tani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
Melalui
kegiatan PMMP ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai
persoalan yang dihadapi masyarakat desa, sekaligus memberikan solusi yang
aplikatif dan sesuai dengan kondisi lokal.
“Kegiatan
ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami kondisi
sosial masyarakat, tantangan sektor pertanian di lapangan, serta bagaimana
menerapkan inovasi yang tepat guna,” jelasnya.
Dalam
pelaksanaannya nanti, mahasiswa juga akan memberikan pelatihan mengenai
pengolahan susupan gunung menjadi bahan pakan alternatif, teknik budidaya yang
efektif, hingga pengembangan produk turunan yang memiliki peluang usaha bagi
masyarakat.
Selain itu, mahasiswa akan melakukan pendekatan partisipatif bersama warga desa agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat terus berlanjut setelah kegiatan PMMP selesai.
“Kami
berharap masyarakat dapat menerima dan melanjutkan inovasi yang diperkenalkan
mahasiswa sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara jangka panjang,” tambahnya.
Pada
kesempatan yang sama, Rektor UNISKA MAB Banjarmasin, Prof. Dr. H. Muhammad
Zainul, memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa peserta agar menjaga nama
baik almamater selama melaksanakan kegiatan pengabdian di lapangan.
Ia
menekankan bahwa mahasiswa merupakan representasi kampus yang harus mampu
menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan etika yang baik saat
berinteraksi dengan masyarakat.
“Mahasiswa
harus menjaga sikap, menjaga komunikasi dengan masyarakat, serta menunjukkan
bahwa insan akademik hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan
sekitar,” katanya.
Menurutnya,
kegiatan PMMP menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan
sosial, kepemimpinan, serta penerapan ilmu pengetahuan secara langsung di
tengah masyarakat.
Ia juga
berharap mahasiswa dapat memanfaatkan momentum tersebut sebagai pengalaman
berharga yang akan membentuk karakter dan kompetensi mereka di masa depan.
Baca Juga: Minoritas Strategis: Peran Partai Kecil dalam Politik Indonesia
“Jadikan
kegiatan ini sebagai media belajar yang sesungguhnya. Tidak semua ilmu
diperoleh di ruang kelas. Banyak pengalaman dan pelajaran penting yang justru
didapat ketika mahasiswa turun langsung ke masyarakat,” ujarnya.
“Semoga
kegiatan PMMP ini bisa memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi
masyarakat desa, terutama dalam peningkatan kesejahteraan berbasis sumber daya
lokal,” tuturnya.
Program PMMP Fakultas Pertanian UNISKA tahun ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, pengembangan ekonomi desa, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Konsep
agrominapolitan yang diangkat dalam kegiatan ini juga dianggap sangat relevan
dengan kondisi Kabupaten Hulu Sungai Utara yang memiliki potensi besar di
sektor pertanian, perikanan, dan lahan rawa.
Agrominapolitan sendiri merupakan konsep pembangunan ekonomi berbasis kawasan yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan secara terpadu guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan
pendekatan tersebut, desa-desa di kawasan HSU diharapkan mampu berkembang
menjadi sentra produksi pangan dan perikanan yang kompetitif sekaligus
berkelanjutan.
Tidak hanya
itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan
Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Melalui
PMMP, Fakultas Pertanian UNISKA berupaya memperkuat peran perguruan tinggi
sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian,
tetapi juga hadir langsung untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai
persoalan di sektor pertanian dan perikanan.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, kegiatan PMMP 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Utara diharapkan mampu menciptakan inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan kapasitas masyarakat desa, serta memperkuat pembangunan pedesaan berbasis potensi lokal di Kalimantan Selatan (Kalsel). (tim/ril)





