![]() |
| Strategi Industri Smartphone Global pada 2026 |
HARIANPAGI.ID, JAKARTA - Strategi industri smartphone global pada 2026 akan bertumpu pada kecerdasan buatan (AI), di tengah keterbatasan inovasi hardware dan tekanan biaya chipset akibat dinamika geopolitik.
Dalam kondisi tersebut, diferensiasi produk bergeser dari spesifikasi fisik ke kemampuan perangkat mengintegrasikan fitur AI secara luas, termasuk pada segmen menengah hingga entry-level.
Hal tersebut diungkapkan Aryo Meidianto, Pengamat Gadget, dalam bincang eksekutif baru-baru ini. Menurut Aryo, perubahan ini terjadi setelah model lama industry membawa fitur flagship ke kelas menengah tidak lagi sepenuhnya relevan.
Kenaikan harga komponen, terutama chipset, serta gangguan rantai pasok global membuat produsen menghadapi keterbatasan dalam mendorong inovasi berbasis hardware.
Di sisi lain, AI menawarkan jalur alternatif untuk meningkatkan nilai produk tanpa ketergantungan penuh pada peningkatan spesifikasi.
“AI menjadi satu-satunya elemen yang masih bisa dibawa lintas segmen secara efektif. Ini karena pengembangannya lebih berbasis software dan komputasi, bukan semata hardware,” ujar Aryo, di Bincang Eksekutif di Jakarta.
Ia mencontohkan fitur seperti AI eraser yang sebelumnya hanya tersedia di perangkat flagship, kini mulai dihadirkan di smartphone dengan harga lebih terjangkau.
Fitur ini memungkinkan pengguna menghapus objek dalam foto secara otomatis dengan bantuan algoritma pemrosesan gambar berbasis AI. (tim)
