Pembangunan Rian Kiwa Masuk Proyek Strategis Nasional

Bendungan Riam Kiwa


HARIANPAGI.ID, BANJARMASIN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar yang merupakan proyek strategis nasional (PSN) segera terlaksana.

Harapan tersebut karena bendungan ini dirancang mereduksi banjir hingga 70 persen sekaligus menyediakan air baku, irigasi serta listrik.

Baca Juga: Pengaruh Cahaya Buatan Terhadap Kehidupan

Dr (HC) H Supian HK, SH, MH Ketua DPRD Kalsel yang memimpin rapat mengatakan apabila seluruh persyaratan sudah terpenuhi, maka pembangunan proyek bendungan ini dapat dilaksanakan, namun saat pelaksanaannya tetap harus melalui koordinasi yang baik agar tidak menimbulkan kendala di kemudian hari, karena itu harus melibatkan pihak-pihak terkait.

“Tentu memerlukan dukungan dari pemerintah pusat, kemudian kerja sama dengan dinas terkait, baik di provinsi maupun di Kabupaten Banjar, termasuk kepala desa beserta perangkat desa,” ujar Supian HK, Selasa (21/4).

Supian HK mengingatkan peran pemerintah dalam memberikan informasi juga sangat penting, sehingga potensi yang ada dapat ditata dengan baik agar mampu mempercepat pembangunan di daerah.

“Itu yang menjadi salah satu tambahan penting ke depan,” tukasnya.

Senada Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H Jahrian menjelaskan kalau proyek Bendungan Riam Kiwa ini sudah berjalan hingga memasuki tahun keempat atau kelima sebenarnya masih dapat dipahami. Sebab, proyek berskala besar seperti ini tidak mungkin diselesaikan hanya dalam waktu satu atau dua bulan, bahkan perencanaannya dapat memakan waktu bertahun-tahun, karena itu apabila terdapat keterlambatan harus dilihat secara proporsional.

Baca Juga: Pengaruh Cahaya Buatan Terhadap Kehidupan

Jahrian menyebutkan ada beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian untuk merealisasikan pembangunan bendungan ini.

“Pertama, penyelesaian dari sisi budaya masyarakat setempat. Kedua, penyelesaian dari sisi sosiologis dan psikologis masyarakat yang berada di kawasan tersebut,” ujarnya.

Politisi Nasdem ini menambahkan selanjutnya perlu dilakukan pendataan yang jelas mengenai jumlah penduduk yang terdampak, kemudian luas lahan yang dibutuhkan serta penyesuaian nilai ganti rugi lahan berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) yang mengacu pada peraturan pemerintah daerah.

“Saya mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan informasi pembangunan ini untuk kepentingan pribadi, seperti spekulan tanah yang sengaja menggiring isu bahwa kawasan tersebut akan dibangun besar-besaran sehingga harga tanah melonjak tidak wajar,” sentilnya.

Jahrian juga wanti-wanti kondisi seperti ini harus diantisipasi karena dapat mengganggu proses pembangunan yang sedang direncanakan, selain itu diingatkannya juga agar tidak membawa-bawa nama atau identitas masyarakat adat secara tidak tepat, sebab dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Namun yang juga penting, imbuhnya, masyarakat setempat harus tetap dihormati, kemudian memastikan mereka tetap memiliki ruang untuk berkebun, bertani dan melanjutkan kehidupan mereka dengan layak apabila nantinya dilakukan relokasi.

“Kepada seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk bersama-sama mendukung agar rencana ini dapat terlaksana sesuai target pada tahun 2027 hingga 2029,” ajaknya.

Baca Juga: Pengaruh Cahaya Buatan Terhadap Kehidupan

Jahrian juga mengingatkan proses tender harus segera dilaksanakan sesuai ketentuan, karena pembangunan dengan skala besar seperti ini memerlukan pihak-pihak yang memiliki kemampuan teknis dan keberanian untuk melaksanakannya, sehingga tidak boleh dilakukan secara sembarangan, sebab yang utama itu kualitas material, termasuk agregat bangunan, agar menjadi perhatian utama karena menyangkut ketahanan konstruksi.

“Saya bila diperlukan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan, mulai dari ketebalan konstruksi hingga spesifikasi material yang digunakan, sehingga pembangunan bendungan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai tujuan yang telah direncanakan,” tutupnya.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar Ikhwansyah menjelaskan proses penyiapan lahan telah berjalan dan kini memasuki tahap penilaian aset milik warga. 

Baca Juga: Pengaruh Cahaya Buatan Terhadap Kehidupan

“Persoalan lahan secara umum sudah selesai. Selanjutnya akan dilakukan appraisal untuk menentukan nilai tanaman kebun masyarakat,” imbuhnya. (*)

Lebih baru Lebih lama