![]() |
| Cahaya Bersinar di Langit |
HARIANPAGI.ID - Setiap manusia disebut dijaga oleh malaikat. Malaikat yang menjaga manusia adalah golongan malaikat Hafazhah.
Baca Juga: Kapasitas Baterai & Pengisian Daya HP, Cari Yang Terbaik
Hal tersebut diterangkan dalam buku Janibal Ma'rifat karya Dafiq Rohman. Kata Hafazhah sendiri artinya 'para penjaga'.
Salah satu tugas malaikat golongan Hafazhah ini adalah menjaga manusia
dari marabahaya pada saat tidur. Mereka menjaga dari gangguan
binatang-binatang melata yang mungkin akan menggigit tanpa disadari oleh
manusia.
Hal ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an surah Ar Ra'd ayat 11. Allah SWT berfirman,
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ
Artinya: "Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya
secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas
perintah Allah."
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Al-Jawaab Al-Kaafy Liman Sa'ala
anid-Dawaa' Asy-Syafaafy menjelaskan, para malaikat yang disebutkan
dalam ayat tersebut bergiliran menjaga manusia, datang dan silih
berganti, yang meneguhkan dan memerintahkan kepada kebaikan. Mereka juga
melindungi dan membantu manusia dengan kemuliaan dari Allah SWT serta
menyuruhnya bersabar.
Mereka berkata, "Ini merupakan kesabaran sesaat, yang mendatangkan ketenangan selama-lamanya."
Atymun Abd dalam buku Sosok Hafiz Dalam Kaca Mata Tafsir turut
menjelaskan hal yang sama mengenai malaikat Hafazhah. Keberadaan
malaikat Hafazhah ini dijelaskan dalam firman Allah SWT surah al-An'am
ayat 61,
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهٖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً
ۗحَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ
لَا يُفَرِّطُوْنَ ٦١
Artinya: "Dialah Penguasa mutlak di atas semua hamba-Nya, dan Dia
mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian
datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat."
Atymun Abd menukil Az-Zuhaili yang menafsirkan kata Hafazhah yang
artinya para malaikat yang menghitung amal perbuatan kalian dan mereka
adalah para malaikat yang mulia pencatat amal.
Para ahli tafsir mengartikan Hafazhah sebagai malaikat Allah SWT yang
diutus untuk mengawasi manusia. Pengutusan malaikat tersebut merupakan
realisasi dari sifat Allah SWT.
Malaikat Hafazhah tidak pernah terpisah dari setiap hamba Allah SWT,
sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi dan dinukil oleh Rosidin dalam
buku Ramadhan Bersama Nabi.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumudin menyebutkan suatu hadits saat Nabi
Muhammad SAW bercerita kepada Mu'adz bin Jabal RA bahwa setiap pagi dan
sore, malaikat Hafazhah melaporkan amal perbuatan manusia kepada Allah
SWT.
Namun, malaikat Hafazhah tersebut harus melewati seleksi tujuh malaikat
penjaga pintu langit dari langit satu hingga langit tujuh.
Baca juga:
Ini Malaikat yang Mendapat Julukan Zabaniyah, Benarkah Sosok yang Sadis?
Secara berurutan, hal-hal yang menyebabkan suatu amal kebaikan manusia
tidak diterima oleh malaikat penyeleksi pada setiap pintu langit adalah
ghibah (menggunjing), tafakkur (angkuh), takabbur (sombong), ujub
(merasa dirinya paling baik), hasud (iri hati), tidak berbelas kasih
kepada sesama, dan beramal karena ingin meraih popularitas atau
kedudukan tertentu.
Selanjutnya apabila amal kebaikan seseorang bersih dari tujuh hal
tersebut, barulah sampai di hadapan Allah SWT. Kemudian Allah SWT
memberikan satu seleksi lagi, yaitu apakah amal kebaikan tersebut
dilakukan semata-mata karena Allah SWT atau dilakukan karena selain
Allah SWT (yaitu riya). Wallahu a'lam (*)

