![]() |
| Gerakan Ekonomi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat |
HARIANPAGI.ID, YOGYAKARTA - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar kegiatan Syawalan dan HalalBihalal Idulfitri 1447 H yang dirangkaikan dengan konsolidasi gerakan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Lahirkan Layanan Pendidikan Lebih Baik
Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat (10/4/2026) di Gedoeng Moehammadijah, Yogyakarta ini menghadirkan pimpinan pusat, wilayah, daerah, serta komunitas dampingan seperti Jamaah Tani dan Jamaah Nelayan Muhammadiyah.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan kunci bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, negara akan kuat apabila masyarakatnya memiliki kemandirian ekonomi.
“Pemberdayaan ekonomi adalah kunci kejayaan bangsa. Negara akan kuat jika masyarakatnya berdaya,” ungkapnya.
Baca Juga: Lahirkan Layanan Pendidikan Lebih Baik
Anwar Abbas menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki landasan teologis yang kuat dalam Islam, khususnya melalui spirit Surah Al-Ma’un yang menekankan kepedulian terhadap fakir miskin. “Pemberdayaan bukan hanya tugas sosial, tetapi juga bagian dari ibadah,” tegasnya.
Baca Juga: Lahirkan Layanan Pendidikan Lebih Baik
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada MPM Muhammadiyah yang dinilai aktif dan konsisten dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
Sebagai bagian dari penguatan ekonomi, Anwar Abbas turut mendorong pemanfaatan instrumen investasi, seperti emas, sebagai alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan, khususnya untuk perencanaan keuangan jangka panjang.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi dan tanggapan dari berbagai daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan implementasi program strategis nasional Muhammadiyah di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menekankan pentingnya untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi gerakan pemberdayaan di lingkungan Muhammadiyah.
Baca Juga: Lahirkan Layanan Pendidikan Lebih Baik
Ia juga menyoroti tiga momentum strategis yang dapat dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi umat. Momentum tersebut meliputi Iduladha untuk sektor peternakan, kolaborasi dam haji di dalam negeri, serta konsolidasi gerakan ekonomi jamaah.
Selain itu, Nurul Yamin mendorong pengembangan inovasi di bidang pertanian, termasuk pengembangan varietas benih padi hasil riset internal Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi melalui koperasi berbasis jamaah.
Baca Juga: Lahirkan Layanan Pendidikan Lebih Baik
“Koperasi berbasis jamaah harus menjadi instrumen utama dalam mewujudkan kesejahteraan,” tegasnya. (tim/arh)

