Populasi Ikan Sapu-Sapu Kian Masif

Tangkap Ikan Sapu-Sapu

HARIANPAGI.ID, JAKARTAPopulasi ikan sapu-sapu yang kian masif di aliran sungai mendorong perlunya penanganan lintas wilayah, dari hulu hingga hilir. Penyebaran spesies invasif ini tak lagi bisa ditangani secara parsial karena melibatkan ekosistem yang saling terhubung antar daerah.


Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempertimbangkan kerja sama dengan wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, dan Bekasi.


Upaya ini dinilai krusial untuk memutus rantai perkembangbiakan ikan sapu-sapu yang terus meluas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengungkapkan bahwa rencana kolaborasi tersebut masih dalam tahap awal. “Itu dalam bentuk wacana,” ujar Hasudungan melalui pesan singkat, Rabu (22/4/2026).

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna mengacu pada Peraturan Menteri KKP Nomor 19 Tahun 2020 tentang pengendalian ikan invasif.

Baca Juga: Belanja di Mana Saja Boleh, Indonesia Politik Bebas Aktif

Melalui keterlibatan pemerintah pusat, diharapkan upaya pengendalian tidak hanya terbatas di Jakarta, tetapi mencakup wilayah yang lebih luas.


“Berkoordinasi dengan KKP terkait permen KKP Nomor 19 tahun 2020 tentang pengendalian ikan invasif. Kalau pemerintah pusat cakupan lebih luas bisa menjangkau seluruh indonesia,” kata Hasudungan.

Sebelumnya diberitakan, hampir tujuh ton ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari perairan Jakarta dalam operasi penertiban yang digelar serentak pada Jumat (17/4/2026). 


Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan populasi ikan invasif yang dinilai merusak keseimbangan ekosistem.


Baca Juga: Belanja di Mana Saja Boleh, Indonesia Politik Bebas Aktif


Sebanyak 68.800 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat 6,98 ton ditangkap dalam operasi yang berlangsung pukul 07.30–11.00 WIB di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta.


“Hasil tangkapan ikan yang diperoleh mencapai 6,98 ton," kata Hasudungan A Sidabalok saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).



Lebih baru Lebih lama