
Ilustrasi Foto Keindahan
HARIANPAGI.ID - Ibnul Qayyim al-Jauziyyah
dalam Buku Surga yang Allah Janjikan menerangkan bahwa waktu di
surga tidak sama dengan waktu di dunia. Di surga, tidak ada lagi
batasan siang dan malam, tidak ada penuaan, kelelahan, atau kebosanan. Semua
kenikmatan bersifat abadi dan terus-menerus.
Di sisi lain, Hamka juga menegaskan dalam tafsirnya bahwa tidak ada kelelahan sebab suasana di waktu itu tidak ada yang melelahkan badan sebagaimana di dunia ini, dan tidak pula lesu pada ruhani." (Tafsir Al-Azhar, jilid 7, hlm. 381).
Baca Juga: Khasiat Rambutan: Buah Tropis Manis dengan Sejuta Manfaat
Iis Juhaeriah mengutip hadis qudsi yang menggambarkan bahwa pengalaman waktu di surga, seperti kenikmatan material dan immaterial, tidak dapat dibandingkan dengan pengalaman duniawi.
"Aku telah mempersiapkan untuk
hamba-hamba-Ku yang shaleh apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum
pernah didengar oleh telinga, dan belum terlintas dalam pikiran seorang manusia
mana pun juga." demikian dikutip dari Surga dalam Perspektif Al-Qur'an
(Kajian Tafsir Al-Azhar). (tim/arh)
