![]() |
| Sosialisasi Cemaran dan Penyakit Bawaan Pangan |
HARIANPAGI.ID, BANJARMASIN - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan sosialisasi terkait cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan.
Baca Juga: Hakikat Waktu di Dunia yang Membedakannya dengan Akhirat
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penerapan standar kesehatan lingkungan dan keamanan pangan di kawasan pelabuhan.
Sosialisasi ini
menghadirkan Ibu Elfia N. Normayanti selaku Ketua Tim Kerja III – Tim Kerja
Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan dari Balai Kekarantinaan
Kesehatan Kelas I Banjarmasin sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga
dihadiri oleh para penjamah makanan, pengelola kantin, serta pihak terkait di
lingkungan pelabuhan.
Acara dibuka secara
resmi oleh Yoga Arya Kuswanto selaku Junior Manager HSSE yang dalam sambutannya
menekankan pentingnya pengelolaan higiene dan sanitasi pangan sebagai bagian
dari upaya pencegahan risiko kesehatan di area pelabuhan.
"Kegiatan ini
menjadi langkah konkret kami dalam memastikan seluruh aktivitas penyediaan
pangan di lingkungan pelabuhan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan. Kami
berharap seluruh penjamah makanan dapat menerapkan prinsip higiene dan sanitasi
secara konsisten guna mencegah risiko penyakit bawaan pangan," ujar Yoga
Arya Kuswanto.
Baca Juga: Hakikat Waktu di Dunia yang Membedakannya dengan Akhirat
Dalam pemaparannya,
Ibu Elfia N. Normayanti menjelaskan bahwa cemaran pangan terdiri dari beberapa
jenis, yaitu cemaran fisik, cemaran biologi, cemaran kimia, serta alergen.
"Penjamah
pangan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya penyakit
bawaan pangan. Dengan memahami jenis cemaran serta cara pencegahannya,
diharapkan setiap individu yang terlibat dalam pengolahan pangan dapat menjaga
keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat," jelas Elfia N. Normayanti.
Dijelaskan bahwa
cemaran fisik merupakan benda asing yang tidak seharusnya terdapat dalam
makanan, seperti rambut, logam, atau benda kecil lainnya yang dapat menyebabkan
cedera atau gangguan kesehatan bagi konsumen.
Baca Juga: Hakikat Waktu di Dunia yang Membedakannya dengan Akhirat
Cemaran biologi
menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit bawaan pangan, yang berasal
dari bakteri, virus, parasit, maupun mikroorganisme lainnya. Selain cemaran
fisik dan biologi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cemaran kimia yang
dapat berasal dari bahan alami maupun bahan kimia berbahaya seperti formalin,
boraks, dan logam berat.
Melalui kegiatan
ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman serta menerapkan
praktik higiene dan sanitasi pangan yang baik dalam aktivitas sehari-hari.(tim/arh)

