HARIANPAGI.ID, BANJARMASIN - Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kalimantan Selatan. Hingga 2026, BSN berhasil mendominasi pasar pembiayaan perumahan syariah dengan pangsa mencapai 74,5 persen.
Baca Juga: Penjaga Manusia Malaikat Hafazhah
Branch
Manager Bank Syariah Nasiona (BSN) KC Banjarmasin Sulthon Agung mengungkapkan, BTN
Syariah telah bertransformasi menjadi Bank Syariah Nasional (BSN) dan telah
mengambil Langkah strategis spin-off dan bertransformasi dari BTN Syariah menjadi Bank
Syariah Nasional ( BSN ) serta telah beroperasi secara nasional pada 22 Desember
2025.
“Dengan
basis pembiayaan perumahan yang kuat, didukung infrastruktur dan tim yang siap,
serta potensi pasar halal yang besar, Banjarmasin siap mengambil industri BUS
di Kalimantan Selatan (Kalsel),” jelasnya, pada Jumat (24/4/2026) di Hotel Harper Banjarmasin.
Bahkan,
sebutnya, peran sentral dalam BSN memiliki posisi unik sebagai bank dengan spesialisasi
di pembiayaan perumahan syariah, ekonomi segmen yang secara social dan dibutuhkan
di wilayah Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan yang dikenal religius.
Baca Juga: Penjaga Manusia Malaikat Hafazhah
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 70,2 persen. Dengan raihan itu, BSN menempati posisi pertama dalam kategori perbankan syariah untuk penyaluran KPR FLPP di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
"Secara keseluruhan, pada 2025 BSN berhasil merealisasikan 2.977 unit rumah bagi masyarakat. Jumlah tersebut menempatkan BSN pada posisi kedua secara umum dalam penyaluran KPR FLPP di daerah tersebut," ujarnya, Jumat (24/4/2026) disela acara diskusi Forum Komunikasi Wartawan Kalsel bertajuk “Prospek Pertumbuhan Ekonomi Sektor Perumahan di Kalimantan Selatan (Kalsel)”.
Transformasi dari BTN Syariah menjadi Bank Syariah Nasional dilakukan melalui skema spin-off dan resmi beroperasi secara nasional sejak 22 Desember 2025. Langkah strategis ini memperkuat fokus BSN dalam pengembangan pembiayaan perumahan berbasis syariah, didukung infrastruktur dan sumber daya yang telah terbentuk sebelumnya.
Baca Juga: Penjaga Manusia Malaikat Hafazhah
"Di Kalimantan Selatan, BSN terus memperluas jangkauan layanan dengan menggandeng pengembang lokal guna menyediakan hunian subsidi yang sesuai dengan prinsip syariah. Kehadiran BSN diharapkan menjadi alternatif pembiayaan yang bebas riba, transparan, serta sejalan dengan ketentuan syariat Islam," tuturnya.
![]() |
| Branch Manager Bank Syariah Nasiona (BSN) KC Banjarmasin Sulthon Agung |
Memasuki 2026, BSN menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah. Upaya ini diarahkan untuk membantu mengurangi backlog perumahan yang masih tinggi, baik di tingkat nasional maupun regional.
"Selain itu, BSN juga mendorong digitalisasi layanan melalui aplikasi Bale Syariah. Platform ini menyediakan berbagai layanan finansial dan nonfinansial dalam satu sistem, dengan proyeksi volume transaksi mendekati Rp2 triliun sepanjang 2026,"
Baca Juga: Penjaga Manusia Malaikat Hafazhah
Dalam strategi ekspansi bisnis, BSN tetap berfokus pada penguatan pembiayaan perumahan serta digitalisasi layanan guna menjangkau lebih banyak masyarakat. Dukungan terhadap program pemerintah, termasuk program tiga juta rumah, juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan sektor properti.
"Pada triwulan pertama 2026, BSN telah menyalurkan pembiayaan untuk 645 unit rumah di Kalimantan Selatan. Realisasi ini semakin mempertegas peran BSN sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyediaan hunian layak, berkelanjutan, dan berbasis syariah," tambahnya.
Baca Juga: Penjaga Manusia Malaikat Hafazhah
Selain itu kepercayaan masyarakat terhadap BTN di Banjarmasin terus meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp1,277 triliun per 31 Maret 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 337,05 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp672,63 miliar.
"Selain itu, BTN Banjarmasin juga mendorong pemanfaatan layanan cash management system, payroll, serta transaksi digital melalui aplikasi Bale by BTN. Langkah ini merupakan bagian dari strategi menghadirkan layanan perbankan yang lebih menyeluruh (holistic banking)," imbuhnya. (tim/arh)


