![]() |
| Penyerahan Bantuan Sosial oleh Gubernur Kalsel Haji Muhidin |
HARIANPAGI.ID, BANJARMASIN - PT Ambang Barito Persada (Ambapers) masuk usia ke-22 (Ulang Tahun) bertekad penjaga alur pelayaran Sungai Barito yang menjadi urat nadi logistik Kalimantan Selatan (Kalsel).
Baca Juga: Hijrah Cinta 'Perjuangan Berlandaskan Cinta'
Momentum hari jadi ini tidak sekadar perayaan, tetapi refleksi dua dekade lebih perjalanan perusahaan dalam memastikan alur sungai tetap aman, efisien, dan bernilai ekonomi.
Dr. H. Zulfadli Gazali, MSi Direktur Utama Ambapers menyebut perusahaan ini lahir dari keyakinan sederhana: Sungai Barito tidak boleh mati. “Kami memulai tanpa kapal besar atau dermaga megah. Yang kami miliki hanya satu keyakinan, bahwa sungai ini adalah kompas peradaban Banua,” ujarnya di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Hijrah Cinta 'Perjuangan Berlandaskan Cinta'
Sebagai Badan Usaha Pelabuhan pemegang konsesi pengelolaan alur Ambang Sungai Barito dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Ambapers kini menjadi salah satu pengelola alur pelayaran komersial paling vital di Indonesia.
Perusahaan ini merupakan buah sinergi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Bangun Banua Kalimantan Selatan. Mengusung tema “Safe Channel Economic Growth”, Ambapers memaknai keamanan alur sungai bukan sekadar bebas dari kecelakaan, tetapi menjamin kepastian logistik, rasa aman nelayan, hingga stabilitas harga barang di pasar rakyat.
Baca Juga: Hijrah Cinta 'Perjuangan Berlandaskan Cinta'
Mantan Sekdako Banjarmasin Zulfadli mengungkap sejumlah capaian penting selama lima tahun terakhir:
Karena Angka kecelakaan kapal di alur Barito turun dari rata-rata 12 kasus per tahun menjadi 2 kasus per tahun, berkat penerapan sistem pemantauan kapal 24 jam.
![]() |
| Dirut PT Ambapers Dr. H. Zulfadli Gazali, M.Si. |
Kemudian, Kapasitas angkut meningkat dari 60 juta ton per tahun di awal berdiri menjadi lebih dari 150 juta ton per tahun dan Kedalaman alur terjaga di minus 5 LWS, memungkinkan kapal hingga 5.000 DWT masuk ke Banjarmasin—melonjak jauh dari kemampuan 3.000 DWT dua dekade lalu.
Baca Juga: Hijrah Cinta 'Perjuangan Berlandaskan Cinta'
Kemudian Waktu tempuh kapal yang sebelumnya 6–8 jam karena bergantung pasang surut, kini jauh lebih efisien berkat pengerukan terukur dan penataan alur.
Menurutnya, dampak efisiensi ini berkontribusi langsung terhadap penurunan biaya logistik yang berimbas pada pengendalian inflasi daerah.
Ambapers juga menggagas program Barito Backload bersama Pemerintah Provinsi Kalsel. Program ini mendorong kapal-kapal yang sebelumnya kembali kosong dari Jawa untuk membawa muatan balik dari Kalsel. Efisiensi logistik balik muatan disebut meningkat hingga 40 persen.
Baca Juga: Hijrah Cinta 'Perjuangan Berlandaskan Cinta'
Di sisi lingkungan, Ambapers menjalankan program Sungai Hijau dengan memulihkan lebih dari 15 kilometer sempadan sungai dari permukiman liar dan melakukan restorasi ekosistem untuk menjamin keselamatan pelayaran jangka panjang.
Kontribusi ekonomi perusahaan pun tidak kecil. Pada 2025, Ambapers disebut berkontribusi langsung terhadap 2,3 persen PDRB Kalimantan Selatan.
Zulfadli juga menyinggung momentum 500 tahun Kota Banjarmasin pada 2026. Ia mengingatkan bahwa sejak abad ke-16, kawasan Bandarmasih telah menjadi bandar dagang penting Nusantara, tempat kapal dari Tiongkok, India, Arab, dan Portugis berlabuh melalui Sungai Barito.
Baca Juga: Hijrah Cinta 'Perjuangan Berlandaskan Cinta'
“Sungai ini pernah menjadi jalan tol maritim. Ambapers hadir untuk memastikan kejayaan itu tidak hanya menjadi cerita sejarah,” ucapnya.
Rangkaian HUT ke-22 Ambapers dirangkai dengan Halal Bihalal, customer gathering, serta dialog bertema optimalisasi Kanal Barito sebagai poros logistik Indonesia Timur.
Baca Juga: Hijrah Cinta 'Perjuangan Berlandaskan Cinta'
“Pertanyaannya bukan lagi apakah Sungai Barito bisa bangkit, tetapi apakah kita siap menjadikannya pusat logistik modern dalam lima tahun ke depan,” tuturnya.
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Haji Muhidin berharap, PT Ambang Barito Persada (Ambapers) terus berkontribusi bagi pembangunan daerah. “Kita yakin PT Ambapers selalu memberikan yang terbaik bagi pembangunan banua Kalimanta Selatan (Kalsel),” bebernya.
Selain itu, Gubernur Haji Muhidin dalam sambutannya juga menyampaikan penilaian kelancaran alur pelayaran yang kini jauh lebih baik perlu diikuti dengan peningkatan jenis muatan yang dilayani. Selama ini, aktivitas kapal di alur Barito masih didominasi angkutan batubara, kayu, dan material tambang,
Baca Juga: Hijrah Cinta 'Perjuangan Berlandaskan Cinta'
“Penting pula bersinergi antara pengelola alur, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar pemanfaatan Sungai Barito terintegrasi dengan program pembangunan provinsi,” imbuhnya. (tim/arh)


