HARIANPAGI.ID - Industri esports global pada 2026 terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan kehadiran sejumlah organisasi seperti T1, Team Liquid, hingga EVOS Esports yang konsisten mencatatkan prestasi di berbagai turnamen internasional.
Deretan tim ini menjadi representasi kekuatan kompetitif lintas wilayah, mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika Utara, sekaligus mencerminkan dinamika industri yang semakin profesional dan terstruktur.
Perkembangan ini tidak terlepas dari meningkatnya popularitas game kompetitif seperti League of Legends, Dota 2, hingga Mobile Legends: Bang Bang yang menjadi panggung utama bagi tim-tim esports dunia.
Turnamen berskala global dengan prize pool besar turut mendorong organisasi untuk membangun roster kompetitif dan memperluas basis penggemar.
Selain prestasi, sejumlah indikator lain seperti total hadiah yang dimenangkan, konsistensi performa, serta kekuatan brand menjadi faktor penting dalam menilai posisi tim esports di tingkat global.
Organisasi dengan struktur manajemen kuat dan dukungan sponsor cenderung mampu mempertahankan performa dalam jangka panjang.
Dalam lanskap global, T1 dari Korea Selatan tetap menjadi salah satu tim paling berpengaruh di cabang League of Legends.
Tim ini dikenal melalui dominasinya di ajang World Championship, termasuk kemenangan pada beberapa edisi turnamen tersebut. Sosok Lee Sang-hyeok atau Faker menjadi ikon yang memperkuat reputasi T1 di kancah internasional. (tim/arh)
