![]() |
| Dinkes Banjarmasin Perkuat Validasi Data TBC |
HARIANPAGI.ID, BANJARMASIN - Menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan Banjarmasin melalui peningkatan kualitas data wan koordinasi lintas fasilitas kesehatan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pertemuan Koordinasi wan Validasi Data Program TBC berbasis Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), yang digelar di Aula Lantai 3 Dinas Kesehatan Banjarmasin, baisukan Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: Agen ADINK Bank Kalsel Jangkau Pelosok Kalimantan Selatan
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga tenaga kesehatan lainnya yang terlibat langsung dalam penanganan kasus TBC di Banjarmasin.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis gasan menyatukan persepsi sekaligus memperkuat sistem pencatatan wan pelaporan kasus TBC yang selawas ini menjadi salah satu tantangan dalam upaya pengendalian penyakit menular.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, menegaskan data yang akurat wan terintegrasi merupakan fondasi utama dalam menanggulangi penyebaran TBC di masyarakat.
Baca Juga: Agen ADINK Bank Kalsel Jangkau Pelosok Kalimantan Selatan
Menurutnya, hingga wayah ini TBC masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di Banjarmasin, sehingga diperlukan penanganan yang cepat, tepat, wan berbasis data yang valid.
“Keakuratan data sangat penting agar setiap kasus dapat terdeteksi sejak dini wan segera ditangani. Ini menjadi kunci dalam memutus rantai penularan TBC,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan terkait penggunaan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) sebagai platform utama pelaporan kasus TBC secara nasional. Sistem ini memungkinkan pencatatan data pasien secara lebih terstruktur, real time, wan terintegrasi antar fasilitas kesehatan.
Pelaporan yang lengkap wan konsisten melalui SITB dinilai mampu meningkatkan efektivitas program pengendalian TBC, sekaligus memudahkan pemerintah dalam melakukan pemantauan wan evaluasi kebijakan kesehatan.
Baca Juga: Agen ADINK Bank Kalsel Jangkau Pelosok Kalimantan Selatan
Selain itu, forum ini juga menjadi ajang diskusi gasan mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, mulai dari keterlambatan pelaporan, validitas data, hingga koordinasi antar fasilitas kesehatan.
Muhammaad Ramadhan berharap sabarataaan fasilitas pelayanan kesehatan di Banjarmasin dapat meningkatkan komitmen dalam melakukan pelaporan kasus TBC secara disiplin wan tepat waktu melalui sistem yang telah disediakan.
“Kolaborasi sabarataan pihak sangat dibutuhkan. Dengan koordinasi yang baik, kita bisa menekan angka kasus wan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gasan warga,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Dinas Kesehatan Banjarmasin optimistis penanganan TBC ke depan akan semakin efektif wan terarah. Validasi data yang kuat diharapkan mampu menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat, sekaligus mempercepat upaya eliminasi TBC di tingkat daerah. (tim/ril)
