![]() |
| Warga Banjarmasin Diajak Lengkapi Imunisasi Anak untuk Cegah Penyakit Sejak Dini |
HARIANPAGI.ID, BANJARMASIN - Meningkatkan kualitas kesehatan warga terus dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui penguatan program imunisasi rutin lengkap. Kali ini, Dinas Kesehatan Banjarmasin menggelar kegiatan sosialisasi wan edukasi imunisasi dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yang berlangsung di Jalan Bakti, Kelurahan Pemurus Dalam, jelang tengah hari Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Pengguna Ganti Alamat Gmail, Ini Izin Google
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan dasar gasan anak matan berbagai penyakit berbahaya.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Banjarmasin, Puskesmas Pemurus Dalam, pihak kelurahan, kader kesehatan, PKK, hingga perangkat RT wan RW bersama warga. Sinergi ini menjadi bukti keberhasilan program imunisasi kada dapat berjalan sendiri tanpa dukungan sabarataan elemen.
Dalam sesi sosialisasi, warga diberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya imunisasi dalam mencegah Penyakit nang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Selain aman wan halal, layanan imunisasi jua disampaikan tersedia secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan, nangkaya puskesmas, posyandu, rumah sakit, hingga praktik dokter wan bidan.
Baca Juga: Pengguna Ganti Alamat Gmail, Ini Izin Google
Kuwiatan anak jua diingatkan untuk secara rutin memantau jadwal imunisasi anak melalui Buku Kesehatan Ibu wan Anak (KIA), agar kadada dosis yang terlewat dan perlindungan kesehatan anak dapat optimal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, menjelaskan sasaran imunisasi rutin lengkap tahun 2026 mencakup bayi usia 0 hingga 9 bulan, anak usia 9 hingga 23 bulan, serta anak usia sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Menurutnya, program ini menjadi strategi penting dalam membangun kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga penyebaran penyakit menular dapat ditekan secara signifikan di tengah warga.
“Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, kita dapat menciptakan perlindungan kolektif gasan warga, khususnya kakanakan sebagai generasi penerus,” ujarnya.
Muhammad Ramadhan juga mengajak sabarataan warga untuk terus mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan memastikan kakanakan mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Baca Juga: Pengguna Ganti Alamat Gmail, Ini Izin Google
“Imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang. Kita ingin menciptakan generasi yang sehat, kuat, wan berkualitas,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pencegahan wan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjarmasin, drg. Emma Ariesnawati. Ia menegaskan imunisasi merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi oleh kuwiatan wan didukung oleh sabarataan pihak.
Menurutnya, keterlibatan keluarga, kader kesehatan, hingga institusi pendidikan sangat penting agar kadada anak yang tertinggal dalam mendapatkan imunisasi lengkap. “Imunisasi adalah hak setiap anak wan menjadi investasi penting gasan masa depan generasi kita,” tegasnya.
Baca Juga: Pengguna Ganti Alamat Gmail, Ini Izin Google
Antusiasme wargat terlihat dari aktifnya sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari efek samping sehabis imunisasi, strategi meningkatkan partisipasi warga ke posyandu, hingga peran kader dalam memberikan edukasi kepada keluarga. (tim/ril)
