Perkuat Wirausaha Muda Kalsel di Marketing Digitalisasi

Marketing Digitalisasi Diperkuat
 

HARIANPAGI.ID, BANJARMASIN - Dispora (Dinas Kepemudaan dan Olahraga) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar kegiatan Peningkatan Digitalisasi Marketing Bagi Wirausaha Muda.

Pelatihan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas wirausaha muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam hal pemasaran digital.

Sebanyak 45 peserta mendapat pembekalan yang berasal dari Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala, di Banjarmasin.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Rika Ayu Zainab, serta Kepala Seksi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda, Iqbal Khoirul Anam.

“Seluruh peserta pelatihan ini merupakan pelaku usaha yang sudah memiliki NIB. Kami menghadirkan narasumber yang kompeten, termasuk di bidang ekspor, untuk memberikan pemahaman strategi digital seperti branding dan marketing,” sebut Hapiz.

Ia menambahkan, penguatan kemampuan digital menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian global yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, sebagaimana yang pernah terjadi saat pandemi COVID-19.

“Kita belum tahu ke depan bagaimana dampak krisis global. Namun yang jelas, pola hidup masyarakat terus berubah, termasuk dalam hal transaksi dan pemasaran yang kini semakin mengandalkan platform digital dan media sosial. Karena itu, pelaku usaha harus mampu beradaptasi,” jelasnya.

Pebriadin berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi dan bertukar ide, sehingga mampu menemukan strategi yang tepat agar usahanya tetap tumbuh dan berkembang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Rika Ayu Zainab, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelatihan digitalisasi marketing tahap kedua yang dilaksanakan oleh Dispora Kalsel. “Untuk tahap kedua ini, wirausaha muda yang sudah memiliki NIB,” ucapnya.

Rika menambahkan, pihaknya tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga melakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas pelatihan.

“Kami melakukan pre-test dan post-test sebagai tolok ukur sejauh mana pemahaman peserta meningkat. Ke depan, kami juga berencana mengumpulkan kembali para peserta dalam sebuah kegiatan lanjutan, seperti jambore, untuk melihat perkembangan usaha mereka,” bebernya.

Ia juga menyebutkan bahwa narasumber dalam kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dinas terkait seperti UMKM, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), hingga praktisi yang berpengalaman di bidangnya.

"Para peserta kiranya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, baik secara teori maupun praktik, sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," imbuhnya. (tim/arh)

Lebih baru Lebih lama