![]() |
| Presiden AS Donald Trump (dok. AFP/MANDEL NGAN) |
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang mengalami kemajuan. Trump kemudian memperingatkan bahwa infrastruktur energi Iran akan dihancurkan jika negosiasi tidak segera menghasilkan kesepakatan.
Dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (31/3/2026), Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik, sumur minyak, dan terminal ekspor minyak Kharg, serta pabrik desalinasi air Iran jika perundingan, yang dimediasi Pakistan, Turki, dan Mesir, berujung kegagalan.
"Jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang mungkin akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera 'Dibuka untuk Bisnis', kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg (dan mungkin semua pabrik desalinasi!)" tulis Trump dalam pernyataannya.
Pulau Kharg merupakan pusat ekspor minyak yang vital untuk Iran. Trump sebelumnya mengatakan dirinya lebih memilih untuk "mengambil minyak" di Iran, dan mengisyaratkan AS dapat merebut Pulau Kharg dari Teheran.
Meski melontarkan peringatan, Trump juga mengatakan bahwa "diskusi serius" sedang berlangsung dengan rezim Iran yang "baru dan lebih masuk akal".
Trump kemudian mengatakan kepada media Bloomberg bahwa Iran ingin "menyelesaikan konflik". Dia menyebut perang berjalan "sangat baik".
Iran, pada Senin (30/3), mengatakan bahwa mereka belum melakukan negosiasi langsung dengan AS. Disebutkan oleh Teheran bahwa kontak baru-baru ini dengan Washington terbatas pada pesan-pesan yang disampaikan melalui perantara.
Negara-negara regional berupaya menengahi kesepakatan antara kedua pihak, dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Ishaq Dar mengisyaratkan bahwa Islamabad bersedia menjadi tuan rumah pembicaraan AS dan Iran.
Pada Minggu (29/3), Trump mendorong upaya diplomatik yang melibatkan kontak tidak langsung antara Washington dan Teheran, dengan mediator mencakup Pakistan, Turki dan Mesir. Dia menyebut pembicaraan tidak langsung melalui "utusan" Pakistan sedang berlangsung.
"Kesepakatan dapat dibuat dengan cukup cepat," klaim Trump.
Kawasan Timur Tengah semakin memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Total sedikitnya 1.340 orang tewas akibat rentetan serangan AS-Israel di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan-serangan pembalasan Iran itu memicu kerusakan dan korban jiwa di Israel maupun negara-negara Teluk. Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran. Lebih dari 300 tentara AS lainnya luka-luka.
Sumber : Detik.com
