Potensi Raup Rp2,5 Triliun untuk 13 Sumur Minyak dan Gas di Kutai Kartanegara

 

Sumur Minyak dan Gas (Migas)

HARIANPAGI.IDIKN- Sejumlah 13 sumur minyak dan gas (migas) baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berpotensi meraup revenue hingga Rp 2,5 triliun. Temuan itu menambah daftar sumur migas di Kutai Kartanegara yang sebelumnya telah masuk dalam rencana dieksplorasi dengan jumlah sebanyak 79 sumur.

Baca Juga: 200 Ribu Satelit Diajukan Peluncurannya Oleh China

"Potensi cadangannya setara Rp 1,1 triliun untuk minyak dan sekitar Rp 1,5 triliun untuk gasnya. Jadi secara total akan menghasilkan revenue sekitar Rp 2,5 triliun," ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto di Jakarta Selatan, Senin (04/04/2026). 

Rencananya, pengeboran dilakukan mulai tahun 2026 hingga tahun 2032. Namun berdasarkan diskusi dengan pemerintah, diharapkan penyelesaian pengeboran sumur bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Potensi 1 Juta Barel Minyak Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan bahwa 13 sumur migas baru itu memiliki potensi produksi minyak sebanyak 1 juta barel dan potensi produksi gas sebanyak 11,64 miliar kaki kubik. 

Baca Juga: 200 Ribu Satelit Diajukan Peluncurannya Oleh China 

"Nah, apakah ini termasuk sumur masyarakat? Ini tidak termasuk sumur masyarakat, ini sumur baru yang akan dibor oleh Pertamina PHSS (PT Pertamina Hulu Sanga Sanga)," kata Djoko.

Selain itu, SKK Migas juga masih mengidentifikasi apakah terdapat sumur tua untuk masyarakat yang nantinya bisa dimanfaatkan. Ia menargetkan, eksplorasi 13 sumur migas baru itu akan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2026 mendatang. 

Baca Juga: 200 Ribu Satelit Diajukan Peluncurannya Oleh China 

"Secara teknis kami juga sudah membahas bahwa minyak itu kan di dalam perut bumi, jadi yang kita manfaatkan adalah sumber energi di perut bumi. Kalau di atas lahannya itu ada bangunan, ada tanaman, ada sawah, kebun, kita bisa ngebor miring di sebelahnya yang lahannya mungkin tidak dimanfaatkan," imbuhnya. (*).





Lebih baru Lebih lama