![]() |
| Sumur Minyak dan Gas (Migas) |
Baca Juga: 200 Ribu Satelit Diajukan Peluncurannya Oleh China
"Potensi cadangannya setara Rp 1,1 triliun untuk minyak dan sekitar Rp 1,5 triliun untuk gasnya. Jadi secara total akan menghasilkan revenue sekitar Rp 2,5 triliun," ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto di Jakarta Selatan, Senin (04/04/2026).
Rencananya, pengeboran dilakukan mulai tahun 2026 hingga tahun 2032. Namun berdasarkan diskusi dengan pemerintah, diharapkan penyelesaian pengeboran sumur bisa dilakukan dengan lebih cepat.
Potensi 1 Juta Barel Minyak Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan bahwa 13 sumur migas baru itu memiliki potensi produksi minyak sebanyak 1 juta barel dan potensi produksi gas sebanyak 11,64 miliar kaki kubik.
Baca Juga: 200 Ribu Satelit Diajukan Peluncurannya Oleh China
"Nah, apakah ini termasuk sumur masyarakat? Ini tidak termasuk sumur masyarakat, ini sumur baru yang akan dibor oleh Pertamina PHSS (PT Pertamina Hulu Sanga Sanga)," kata Djoko.
Selain itu, SKK Migas juga masih mengidentifikasi apakah terdapat sumur tua untuk masyarakat yang nantinya bisa dimanfaatkan. Ia menargetkan, eksplorasi 13 sumur migas baru itu akan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2026 mendatang.
Baca Juga: 200 Ribu Satelit Diajukan Peluncurannya Oleh China


