![]() |
| Tim SAR Melakukan Evakuasi |
Baca Juga: Nginap di 'Villa Belanda' Tahura Sultan Adam 'Saksikan Lautan Awan'
Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin pada pukul 17.20 WITA dari Bripka Priyo, personel Ditpolair Polda Kalsel. Berdasarkan laporan, insiden terjadi sekitar pukul 14.00 WITA di kapal tongkang BG Samudra Jaya 2 yang berada di kawasan Sungai Tunjang.
Peristiwa bermula saat empat kru kapal TB Samudra Jaya 1 melakukan pemeriksaan kondisi air di dalam manhole kapal. Setelah penutup manhole dibuka, kapten kapal turun lebih dahulu ke dalam ruang tersebut, namun diduga mengalami insiden hingga terjatuh.
Tiga kru lainnya kemudian berusaha memberikan pertolongan dengan turun ke dalam manhole, namun turut mengalami kejadian serupa akibat kondisi ruang yang berbahaya.
Satu korban sempat berhasil dievakuasi lebih awal dalam kondisi meninggal dunia. Sementara tiga korban lainnya masih berada di bawah tangga manhole saat laporan diterima. Identitas keempat korban masih dalam proses pendataan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 17.40 WITA Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim rescue berjumlah 10 personel menuju lokasi menggunakan dua unit rescue car. Tim diperkirakan tiba sekitar pukul 19.15 WITA untuk melakukan proses evakuasi.
Operasi SAR melibatkan unsur gabungan, di antaranya Tim Rescue Basarnas Banjarmasin, Ditpolair Polda Kalsel, Polair Polres Barito Kuala, Polsek Cerbon, TNI AL Banjarmasin, Karantina, serta KSOP Sungai Putting.
Peralatan yang digunakan dalam operasi ini meliputi rescue car, rubber boat, peralatan mountaineering, Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), gas detector, serta perlengkapan pendukung lainnya. Penggunaan alat khusus ini dilakukan mengingat lokasi korban berada di ruang terbatas dengan potensi kandungan gas berbahaya dan minim oksigen.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan prosedur keselamatan yang ketat guna mencegah adanya korban tambahan.
“Tim rescue telah bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan khusus confined space rescue. Dugaan awal insiden berkaitan dengan kondisi ruang tertutup yang berpotensi mengandung gas berbahaya atau kadar oksigen rendah. Prioritas kami adalah memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terukur,” ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh operator kapal dan awak kapal agar selalu menerapkan standar keselamatan kerja saat melakukan aktivitas di ruang terbatas.
Baca Juga: Nginap di 'Villa Belanda' Tahura Sultan Adam 'Saksikan Lautan Awan'
“Kami mengingatkan agar setiap pemeriksaan ruang tertutup wajib didahului pengecekan kadar gas dan oksigen menggunakan alat deteksi, serta penggunaan alat pelindung diri yang sesuai untuk mencegah kejadian serupa,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses operasi SAR masih berlangsung di lokasi kejadian dengan kondisi cuaca cerah. Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan pemantauan secara intensif. (tim/ars)


