Bus Shalawat Layani Jemaah Haji Indonesia, Jangan Lupa Nomor Busnya

Bus Shalawat Layani Jemaah Haji Indonesia

HARIANPAGI.ID, MAKKAH Akses transportasi jemaah haji Indonesia di Makkah dirancang berjarak dekat dan mudah dijangkau. Jarak hotel ke halte bus shalawat, yang akan mengantar jemaah dari dan ke Masjidil Haram, rata-rata kurang dari 100 meter.

Baca Juga: Bulan Mei 2026, Ini Daftar Hari Besar Nasional Lengkapnya

Menurut Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, penempatan halte dilakukan berbasis jumlah jemaah di setiap kawasan. Hotel berkapasitas besar atau kantor sektor dijadikan titik utama, sementara hotel di sekitarnya diarahkan menggunakan halte terdekat.

"Total ada 74 halte (bus shalawat). Tidak ada yang jauh karena ini sangat menentukan kenyamanan jemaah," kata dia di Kantor Daker Makkah, Sabtu (25/4/2026).

Setiap halte, Ihsan menyambung, melayani dua hingga tiga hotel di sekitarnya, bahkan lebih, tergantung kepadatan jemaah. "Tidak semua jemaah harus ke kantor sektor. Yang penting ada halte terdekat, mereka bisa langsung berangkat dari situ," katanya.

Baca Juga: Bulan Mei 2026, Ini Daftar Hari Besar Nasional Lengkapnya

Desain layanan juga memperhatikan kebutuhan jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Akses menuju halte dibuat ramah, dengan jarak pendek dan jalur yang mudah dilalui, klaimnya.

Untuk mendukung mobilitas, bus shalawat beroperasi 24 jam tanpa henti. Jemaah dapat berangkat kapan saja dari halte terdekat menuju Masjidil Haram.

"Jemaah tinggal keluar hotel, ke halte terdekat, lalu naik bus menuju Masjidil Haram," ujarnya. "Kalau sudah ada bus, bisa langsung naik, kalau tidak ada (bus shalawat), nanti ada petugas yang mengarahkan."

Baca Juga: Bulan Mei 2026, Ini Daftar Hari Besar Nasional Lengkapnya

Ihsan menjelaskan bahwa terminal kedatangan bus disesuaikan dengan wilayah akomodasi jemaah. Untuk kawasan Syisyah dan Raudhah, jemaah akan turun di Terminal Syib Amir. Jemaah dari wilayah Misfalah diarahkan ke Terminal Jiad, sedangkan jemaah yang tinggal di Aziziyah dan Jarwal menggunakan Terminal Jabal Ka’bah.(*)

Lebih baru Lebih lama