Capacity Building Pemimpin Redaksi se-Kalimantan 2026 di Malang, Jawa Timur

Capacity Building Pemimpin Redaksi se-Kalimantan 2026 di Malang, Jawa Timur.

HARIANPAGI.ID, MALANG - Bank Indonesia memperkuat literasi media massa se-Kalimantan untuk meningkatkan pemahaman ekonomi masyarakat guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah yang masih bergejolak terhadap dolar Amerika Serikat di tengah kondisi indikator makro domestik yang relatif terjaga.

Baca Juga: Paket Wisata Domestik dan Regional Perlu Difokuskan

“Dinamika nilai tukar yang tinggi tidak cukup direspons melalui kebijakan moneter semata, tetapi juga memerlukan dukungan komunikasi publik yang efektif agar tidak memicu persepsi berlebihan,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan sekaligus Koordinator BI Wilayah Kalimantan Aloysius Donanto HW, pada kegiatan Capacity Building Pemimpin Redaksi se-Kalimantan 2026 di Malang, Jawa Timur, Rabu.

Ia menilai kondisi ekonomi saat ini menghadirkan tantangan tersendiri karena di satu sisi nilai tukar rupiah mengalami tekanan akibat faktor global, sementara di sisi lain indikator domestik seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi tetap menunjukkan kinerja yang relatif baik dan terkendali.

“Kontras kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesenjangan persepsi apabila masyarakat tidak memiliki literasi ekonomi yang memadai, sehingga peran media menjadi penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, proporsional, dan berbasis data,” ujarnya.

Baca Juga: Paket Wisata Domestik dan Regional Perlu Difokuskan

Donanto menegaskan, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah stabilisasi, namun masyarakat juga diharapkan berkontribusi melalui perilaku ekonomi yang bijak, seperti mengutamakan penggunaan rupiah dalam transaksi dan tidak berspekulasi terhadap valuta asing.

Selain itu, pengelolaan transaksi keuangan secara selektif menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas, termasuk mengatur prioritas pengeluaran, menunda konsumsi yang tidak mendesak, serta memanfaatkan instrumen transaksi yang efisien.

Ia juga menyoroti derasnya arus informasi di masyarakat yang tidak seluruhnya mencerminkan kondisi riil ekonomi, sehingga menuntut peran media dan pembentuk opini untuk menghadirkan informasi yang terverifikasi dan mampu menjembatani perbedaan persepsi publik.

Baca Juga: Paket Wisata Domestik dan Regional Perlu Difokuskan

Menurut dia, komunikasi publik yang kuat antara otoritas, media, dan akademisi diperlukan untuk memperkecil kesenjangan informasi sekaligus membangun narasi ekonomi yang konstruktif agar masyarakat dapat menyikapi dinamika secara rasional.

Donanto menegaskan setiap kebijakan ekonomi yang dikeluarkan otoritas harus melalui proses kajian dan riset yang mendalam, sehingga diperlukan mekanisme klarifikasi oleh media agar kebijakan tersebut dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat.

Ia menilai penguatan literasi ekonomi menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan publik, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, termasuk dinamika geopolitik yang berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dan nilai tukar.

Baca Juga: Paket Wisata Domestik dan Regional Perlu Difokuskan

“Melalui pemahaman yang lebih baik dan komunikasi yang efektif, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Donanto.

Pada kesempatan itu, pemimpin redaksi media se-Kalimantan mendapatkan berbagai materi mulai dari penguatan sinergi komunikasi jurnalis dan opinion maker, hilirisasi di Kalimantan, hingga pelatihan penulisan editorial ekonomi, serta materi lainnya. (*)


Lebih baru Lebih lama